Selamat pagi kamu yang lebih dulu bangun dari matahari. Aku masih di sini -- mencintaimu sangat hujan. Aku rindu...
Gusti Allah...
Terima kasih atas segala yang Engkau beri. Akulah wanita paling bersyukur pagi ini. Sungguh tak cukup aku merangkainya dalam kata sederhanaku.
Aku tahu...
Bintangku benar-benar masih di sana. Bumi benar-benar hanya sedang berputar.
Aku tahu...
Kau akan kembali, tuan. Kau akan pulang. Benar-benar pulang. Dan akhirnya menetap.
Aku tahu...
Tuhan tak akan membiarkanku merasakan pilu. Sungguh, aku hanya butuh sabar yang besar. Hati, perbesar lagi tabahmu...
Aku tahu...
Kita akan kembali menikmati senja. Kau di sana dan aku di sini. Memanjat doa-doa sehingga terbentang di jingga.
Aku tahu...
Rinduku tak sendirian. Sujud syukurku pada-Mu atas segala cinta.
Aku tahu...
Semua ini akan berbuah manis. Aku hanya perlu menikmati prosesnya, dan bersyukur.
Aku tahu...
Perjuanganku yang hanya sendiri, kini tertawa. Berjuanglah wahai hati, dunia tak akan mengerti jika kau hanya diam.
Aku bahagia...
Tersenyum -- hingga tak sanggup aku membendung butir kilau dari mataku.
Kau, tetaplah di hati...
Aku sungguh mencintaimu.
5:00 WIB, 4 Oktober 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar