Selasa, 15 September 2015

Aku Bukan Teroris

Bisa kita berbicara empat mata, sayang? Sedikit menjelaskan bahwa, aku bukan teroris. Iya, aku bukan teroris. Aku hanya perempuan berkerudung besar.

Jadi, kau sebelumnya sudah tahu perintah menutup aurat? Jika sudah. Alhamdulillah, Tuhan sudah memberitahumu. Jika belum, mari kuajak sedikit membuka Al-Qur'an.

"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang biasa terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya),..." (An-Nur: 31)

"Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, 'Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka'. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu,..." (Al-Ahzab: 59)

Sudah kau membacanya, sayang? Sungguh, kerudungku hanyalah kain panjang yang menutupi mahkotaku hingga menjulur ke bawah. Adakah ciri-ciri teroris dariku?

Aku hanya perempuan akhir zaman, yang ingin patuh pada Pencipta. Salahkah aku mengenakan kain selebar ini?

Aku bukan teroris.
Sungguh, hatiku sangat teriris.
Aku bukan teroris, apalagi anggota ISIS. Tak ada bau mistis di perempuan sepertiku yang melankolis.
Sekali lagi,
Aku bukan teroris. Jangan buat aku menangis, hingga meringis.
Aku mohon jagalah lisanmu yang sadis. Aku bukan teroris.

"Sesungguhnya ada seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dipikirkan bahayanya terlebih dahulu, sehingga membuatnya dilempar ke neraka dengan jarak yang lebih jauh daripada jarak antara timur dan barat" (HR. Muslim)

Aku mengenakan kerudung karena aku sadar, Allah ada bukan hanya saat sedang shalat saja. Tetapi Allah ada di setiap waktuku. Maka begitu tidak sopan jika tidak menutup aurat.

Aku mengenakan kerudung karena aku sadar, tujuan akhir hidup bukan hanya cukup di dunia saja. Tetapi di kehidupan berikutnya. Dimana tak ada toleransi lagi. Salah tetap salah. Dosa tetap dosa. Siksa tetap siksa.

Aku mengenakan kerudung karena aku sadar, merayu Allah bukan hanya dari shalat saja. Tetapi dari salah satu kewajiban yang muslimah suka lupakan, menutup aurat. Jika sudah wajib, maka tak ada kata 'belum siap'. Lebih cinta dunia atau Penciptanya?

Aku bukan teroris. Aku sama seperti perempuan lain, yang benci dengan kekasaran. Aku perempuan normal.

Aku bukan teroris. Aku tidak paham cara membidik senapan. Aku tidak tahu cara mengebom sebuah gedung. Aku benar-benar bukan teroris.

Apa yang membuatmu aneh melihatku? Pakaian serba hitamkah? Maafkan aku, jika aku menakutimu. Hitam hanyalah warna kesukaan.

Sayang, maukah kau sedikit berpikir? Bahwa ini hanyalah sebuah perintah dari-Nya. Aku pun jauh dari sempurna. Akhlakku berantakan. Hafalan suratku tidak teratur. Sungguh jauh dari shalehah.

Aku hanya perempuan akhir zaman, yang ingin terus memperbaiki diri. Dan sekali lagi, aku bukanlah teroris.

Ditulis pada
15/09/2015, 22:17 WIB
Tangerang
Ara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar